📧 Pos-el: kantorbahasa.bengkulu@kemdikbud.go.id 📞 Telp: (0736) 7328998 🕒 Layanan: Senin–Kamis 08.00–16.00 WIB | Jumat 08.00–16.30 WIB
X
BB Bengkulu
  • Profil
    • Sejarah
    • Wilayah Kerja
    • Kedudukan, Tugas, dan Fungsi
    • Visi dan Misi
    • Sumber Daya Manusia
    • Tim Kerja
      • Pelindungan Bahasa dan Sastra
      • Pembinaan Bahasa dan Sastra
      • Pengembangan Bahasa dan Sastra
    • KKLP
      • UKBI
      • BIPA
      • Pelindungan dan Pemodernan
      • Perkamusan dan Peristilahan
      • Penerjemahan
      • Literasi
      • Pembinaan dan Bahasa Hukum
    • SSD (Soal Sering Ditanya)
  • ZI-WBK
    • 2025
      • Manajemen Perubahan
        • Tim Kerja
        • Rencana Pembangunan WBK
        • Pemantauan dan Evaluasi
        • Perubahan Pola Pikir dan Budaya Kerja
      • Penataan Tata Laksana
        • Prosedur Operasional Tetap (SOP) Kegiatan Utama
        • Keterbukaan Informasi Publik
        • Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)
      • Sistem Manajemen SDM
        • Perencanaan Kebutuhan Pegawai
        • Pola Mutasi Internal
        • Pengembangan Pegawai Berbasis Kompetensi
        • Penetapan Kinerja Individu
        • Penegakan Aturan Disiplin Kode Etik Pegawai
        • Sistem Informasi Kepegawaian
      • Penguatan Akuntabilitas
        • Keterlibatan Pimpinan
        • Akuntabilitas Kinerja
      • Penguatan Pengawasan
        • Pengendalian Gratifikasi
        • Satuan Pengawas Intern (SPI)
        • Penanganan Benturan Kepentingan
        • Pengaduan Masyarakat
        • Whistle Blowing System
      • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
        • Standar Pelayanan
        • Budaya Pelayanan Prima
        • Penilaian Kepuasan Masyarakat
        • Pengelolaan Pengaduan
        • Pemanfaatan Teknologi Informasi
  • Layanan
    • Bantuan Teknis
    • Penerjemahan
    • BIPA
    • UKBI
  • Produk
    • Majalah Literabasa
    • Karya
    • KBBI
    • Glosarium
    • Kamus
    • Jurnal
    • Buku
    • Produk Penerjemahan
      • Produk Penerjemahan 2025
    • Duta Bahasa
      • Tentang Duta Bahasa
      • Berita Duta Bahasa
  • Peta Literasi
  • Akuntabilitas
    • Rencana Strategis
    • Perjanjian Kinerja
    • Laporan Kinerja
    • Rencana Aksi
    • DIPA
    • Rencana Kerja Anggaran
  • PPID
    • Profil PPID
    • Visi Misi
    • Tugas dan Fungsi
    • Layanan Informasi
    • Informasi Berkala
    • Informasi Dikecualikan
    • Daftar Informasi Publik
  • Survei
    • Survei Kepuasan Layanan Publik
    • Survei Kepuasan Masyarakat
No Result
View All Result
Balai Bahasa Provinsi Bengkulu
  • Profil
    • Sejarah
    • Wilayah Kerja
    • Kedudukan, Tugas, dan Fungsi
    • Visi dan Misi
    • Sumber Daya Manusia
    • Tim Kerja
      • Pelindungan Bahasa dan Sastra
      • Pembinaan Bahasa dan Sastra
      • Pengembangan Bahasa dan Sastra
    • KKLP
      • UKBI
      • BIPA
      • Pelindungan dan Pemodernan
      • Perkamusan dan Peristilahan
      • Penerjemahan
      • Literasi
      • Pembinaan dan Bahasa Hukum
    • SSD (Soal Sering Ditanya)
  • ZI-WBK
    • 2025
      • Manajemen Perubahan
        • Tim Kerja
        • Rencana Pembangunan WBK
        • Pemantauan dan Evaluasi
        • Perubahan Pola Pikir dan Budaya Kerja
      • Penataan Tata Laksana
        • Prosedur Operasional Tetap (SOP) Kegiatan Utama
        • Keterbukaan Informasi Publik
        • Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)
      • Sistem Manajemen SDM
        • Perencanaan Kebutuhan Pegawai
        • Pola Mutasi Internal
        • Pengembangan Pegawai Berbasis Kompetensi
        • Penetapan Kinerja Individu
        • Penegakan Aturan Disiplin Kode Etik Pegawai
        • Sistem Informasi Kepegawaian
      • Penguatan Akuntabilitas
        • Keterlibatan Pimpinan
        • Akuntabilitas Kinerja
      • Penguatan Pengawasan
        • Pengendalian Gratifikasi
        • Satuan Pengawas Intern (SPI)
        • Penanganan Benturan Kepentingan
        • Pengaduan Masyarakat
        • Whistle Blowing System
      • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
        • Standar Pelayanan
        • Budaya Pelayanan Prima
        • Penilaian Kepuasan Masyarakat
        • Pengelolaan Pengaduan
        • Pemanfaatan Teknologi Informasi
  • Layanan
    • Bantuan Teknis
    • Penerjemahan
    • BIPA
    • UKBI
  • Produk
    • Majalah Literabasa
    • Karya
    • KBBI
    • Glosarium
    • Kamus
    • Jurnal
    • Buku
    • Produk Penerjemahan
      • Produk Penerjemahan 2025
    • Duta Bahasa
      • Tentang Duta Bahasa
      • Berita Duta Bahasa
  • Peta Literasi
  • Akuntabilitas
    • Rencana Strategis
    • Perjanjian Kinerja
    • Laporan Kinerja
    • Rencana Aksi
    • DIPA
    • Rencana Kerja Anggaran
  • PPID
    • Profil PPID
    • Visi Misi
    • Tugas dan Fungsi
    • Layanan Informasi
    • Informasi Berkala
    • Informasi Dikecualikan
    • Daftar Informasi Publik
  • Survei
    • Survei Kepuasan Layanan Publik
    • Survei Kepuasan Masyarakat
No Result
View All Result
Balai Bahasa Provinsi Bengkulu

Abdul Muis

Kantor Bahasa Bengkulu by Kantor Bahasa Bengkulu
06/06/2016
in tokoh
0
0
SHARES
26
VIEWS
 
Abdul Muis lahir pada tanggal 3 Juni 1883 di Bukittinggi, Sumatra Barat. Ia adalah putra Datuk Tumenggung Lareh, Sungai Puar. Seperti halnya orang Minangkabau, Abdul Muis juga memiliki jiwa petualang yang tinggi. Sejak masih remaja, ia sudah berani meninggalkan kampung halamannya, merantau ke Puiau Jawa. Bahkan, masa tuanya pun dihabiskannya di perantauan.

Sastrawan yang sekaligus juga pejuang dan wartawan ini meninggal dunia di Bandung pada tanggal 17 Juni 1959 dalam usia 76 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Taman Pahlawan Cikutra, Bandung. Ia meninggalkan 2 orang istri dan 13 orang anak.

Abdul Muis lulusan Sekolah Eropa Rendah (Eur. Lagere School atau yang sering disingkat ELS). Ia pernah belajar di Stovia selama tiga setengah tahun (1900–1902). Namun, karena sakit, ia  keluar dan sekolah kedokteran tersebut. Pada tahun 1917 ia  pergi ke negeri Belanda untuk menambah pengetahuannya.

Meskipun hanya berijazah ujian amtenar kecil (klein ambtenaars examen) dan ELS, Abdul Muis memiliki kemampuan berbahasa Belanda yang baik. Bahkan, menurut orang Belanda, kemampuan Abdul Muis dalam berbahasa Belanda dianggap melebihi rata-rata orang Belanda. Oleh karena itu, begitu keluar dan Stovia, ia diangkat oleh Mr. Abendanon, Directeur Onderwzjs (Direktur Pendidikan) di Departement van Onderwijs en Eredienst yang membawahi Stovia, menjadi kierk. Padahal, pada waktu itu belum ada orang prihumi yang diangkat sebagai kierk.  Abdul Muis merupakan orang indonesia pertama yang dapat menjadi kierk.

Pengangkatan Abdul Muis menjadi kierk tidak disukai oleh pegawai Belanda lainnya. Hal itu  membuat Abdul Muis tidak betah bekerja. Akhirnya, pada tahun 1905 ia keluar dan departemen itu setelah bekerja  selama Iebih kurang dua setengah tahun (1903– 1905).

Sekeluarnya dan Department van Onderwzjs en Eredienst sebagai kierk hingga akhir hayatnya, Abdul Muis sempat menekuni berbagai macam pekerjaan, baik di bidang sastra, jurnalistik. maupun politik. Bidang pekerjaan yang pertama kali diterjuninya adalah bidang jurnalistik. Pada tahun 1905 ia juga  diterima sebagai anggota dewan redaksi majalah Bintang Hindia, sebuah majalah yang banyak memuat berita politik di Bandung. Karena pada tahun 1907 Bintang Hindia dilarang terbit, Abdul Muis pindah kerja ke Bandungsche Afdeelingsbank sebagai mantri lumbung. Pekerjaan itu ditekuninya selama lima tahun, sebelum ia diberhentikan dengan hormat (karena cekcok dengan controleur) pada tahun 1912. Ia kemudian bekerja di De Prianger Bode, sebuah surat kabar (harian) Belanda yang terbit di Bandung, sebagal korektor, Ddalam tempo tiga bulan, ia diangkat menjadi hoofdcorrector (korektor kepala) karena mempunyai kemampuan berbahasa Belandanya yang baik.

Pada tahun 1913 Abdul Muis keluar dan De Prianger Bode. Sebagai pemuda yang berjiwa patriot, ia mulai tertarik pada dunia politik dan masuk  ke Serikat Islam (SI). Bersama dengan mendiang A.H. Wignyadisastra, Ia dipercaya memimpin Kaum Muda, salah satu surat kabar milik SI yang terbit di Bandung. Pada tahun itu, atas imsiatif dr. Cipto Mangunkusumo, Abdul Muis (bersama dengan Wignyadisastra dan Suwardi Suryaningrat) membentuk Komite Bumi Putra untuk mengadakan perlawanan terhadap maksud Belanda mengadakan perayaan besar-besaran seratus tahun kemerdekaannya serta untuk mendesak Ratu Belanda agar memberikan kebebasan bagi bangsa Indonesia dalam berpolitik dan bernegara.

Pada zaman pergerakan, bersama dengan H.O.S. Cokroaminoto, Abdul Muis berjuang memimpin Serikat Islam. Pada tahun 1917 ia dipercaya sebagai utusan SI pergi ke negeri Belanda untuk mempropagandakan Comite Indie Weerbaar.
Pada tahun 1918, sekembalinya dan negeri Belanda, Abdul Muis  pindah bekerja ke harian Neraca karena Kaum Muda telah diambil alih oleh Politiek Economische Bond, sebuah gerakan politik Belanda di bawah pimpinan Residen Engelenberg. Pada tahun 1918  Abdul Muis menjadi anggota dewan Volksraad (Dewan Rakyat Jajahan).

Perjuangan Abdul Muis ternyata tidak hanya berhenti sampal di situ. Bersama dengan tokoh lainnya, Abdul Muis terus berjuang menentang penjajah Belanda. Pada tahun 1922, misalnya, ia memimpin anak buahnya yang tergabung dalain PPPB (Perkumpulan Pegawal Pegadaian Bumiputra) mengadakan pemogokan di Yogyakarta. Setahun kemudian, ia  memimpin sebuah gerakan memprotes aturan landrentestelsel (Undang-Undang Pengawasan Tanah) yang akan diberlakukan oleh Belanda di Sumatra Barat. Protes tersebut berhasil. Landrentestelsel pun urung diberlakukan. Di samping itu, ia juga masih tetap memimpin harian Utusan Melayu dan Perobahan. Melalui kedua surat kabar tersebut ia terus melancarkan serangannya.

Oleh pemerintah Belanda tindakan Abdul Muis tersebut dianggap dapat mengganggu ketenteraman dan ketertiban masyarakat. OIeh karena itu, pada tahun 1926 Abdul Muis ‘dikeluarkan’ dari daerah luar Jawa dan Madura. Akibatnya, selama Iebih kurang tiga belas tahun (1926–1939) Ia tidak boleh meninggalkan Pulau Jawa.

Meskipun tidak boleh meninggalkan Pulau Jawa, tidak berarti Abdul Muis berhenti berjuang. Ia kemudian mendirikan harian Kaum Kita di Bandung dan Mimbar Rakyat di Garut. Namun, kedua surat kabar tersebut tidak lama hidupnya.

Di samping berkecimpung di dunia pers, Abdul Muis tetap aktif di dunia politik. Pada tahun 1926  Serikat Islam imencalonkannya  (dan terpilih) menjadi anggota Regentschapsraad Garut. Enam tahun kemudian (1932) ia diangkat menjadi Regentschapsraad Gontroleur. Jabatan itu diembannya hingga Jepang masuk ke Indonesia (1942).

Di masa pendudukan Jepang, Abdul Muis masih kuat bekerja meskipun penyakit darah tinggi mulai meñggerogotinya. Ia, oleh Jepang, diangkat sebgai pegawai sociale zaken ‘hal-hal kemasyarakatan’. Karena sudah merasa tua, pada tahun 1944 Abdul Muis berhenti bekerja. Namun,  pada zaman pascaprokiamasi, ia aktif kembali dan ikut bergabung dalam Majelis Persatuan Perjuangan Priangan. Bahkan, ia pernah pula diminta untuk menjadi anggota DPA.

Bakat kepengarangan Abdul Muis sebenarnya baru terlihat setelah Ia bekerja di dunia penerbitan, terutama di harian Kaum Muda yang dipimpinnya. Dengan menggunakan inisial nama  A.M., ia menulis hanyak hal. Salah satu di antananya adalah roman sejarahnya,  Surapati. Sebelum diterbitkan sebagai buku, roman tersebut dimuat sebagal feui/.leton ‘cerita bersambung’ di harian Kaum Muda.

Sebagai sastrawan, Abdul Muis kurang produktif. Ia menghasilkan empat buah novel/roman dan beberapa karya terjemahan.  Namun, dari karyanya yang sedikit itu, Abdul Muis tercatat indah dalam sejarah sastra Indonesia. Karya besarnya, Salah Asuhan, dianggap sebagal corak baru penulisan prosa pada saat itu. Jika pada saat itu sebagian besar pengarang selalu menyajikan tema lama: pertentangan kaum tua dengan kaum muda, kawin paksa, dan adat istiadat, Salah Asuhan menampilkan masalah konflik pribadi: dendam, cinta, dan cita-cita.

KARYA:
1. Tom Sawyer Anak Amerika (terjemahan karya Mark Twain, Amerika), Jakarta:Balai Pustaka, 1928
2. Sebatang Kara (terjemahan karya Hector Malot, Prancis), Cetakan 2, Jakarta:Balai Pustaka, 1949
3.  Hikavat Bachtiar (saduran cerita lama), Bandung:Kolff, 1950
4. Hendak Berbalai, Bandung:KoIff, 1951
5. Kita dan Demokrasi, Bandung:Kolff, 1951
6. Robert Anak Surapati, Jakarta:Balai Pustaka, 1953
7. Hikayat Mordechai: Pemimpin Yahudi, Bandung:Kolff. 1956
8. Kurnia, Bandung:Masa Baru, 1958
9. Pertemuan Djodoh (Cetakan 4), Jak
arta:Nusantana, 1961
10. Surapati. Jakarta:Balai Pustaka, 1965
11. Salah Asuhan, Jakarta:Balai Pustaka, 1967
12. Cut Nyak Din: Riwayat Hithip Seorang Putri Aceh (terjemahan karya Lulofs, M.H. Szekely), Jakarta:Chailan Sjamsoe, t.t.
13. Don Kisot (terjemahan karya Cervantes, Spanyol)
14. Pangeran Kornel (terjemahan karya Memed Sastrahadiprawira, Sunda)
15. Daman Brandal Sekolah Gudang, Jakarta:Noordhoff, t.t.
Previous Post

Anton M. Moeliono

Next Post

Pendokumentasian Bahasa dalam Upaya Revitalisasi Bahasa Daerah yang Terancam Punah di Indonesia

Next Post

Pendokumentasian Bahasa dalam Upaya Revitalisasi Bahasa Daerah yang Terancam Punah di Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MAKLUMAT PELAYANAN

BERITA TERBARU

Bimbingan Teknis Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026 di Kabupaten Mukomuko

Bimbingan Teknis Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026 di Kabupaten Mukomuko

11/05/2026
Sebanyak 50 Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Bengkulu Selatan  Mengikuti Peningkatan Kemahiran Berbahasa

Sebanyak 50 Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Bengkulu Selatan Mengikuti Peningkatan Kemahiran Berbahasa

11/05/2026
Peningkatan Kompetensi Membaca Cepat bagi Murid SMP  Tahun 2026 di Kabupaten Bengkulu Selatan

Peningkatan Kompetensi Membaca Cepat bagi Murid SMP Tahun 2026 di Kabupaten Bengkulu Selatan

08/05/2026
Pertemuan Penyair Nusantara XIV, Kemendikdasmen Perkuat Ekosistem Sastra sebagai Identitas Bangsa

Pertemuan Penyair Nusantara XIV, Kemendikdasmen Perkuat Ekosistem Sastra sebagai Identitas Bangsa

08/05/2026

LOKASI

ALAMAT

Jl. Zainul Arifin Nomor 2
Timur Indah, Kec. Singaran Pati
Kota Bengkulu, Bengkulu
38225

Telepon : (0736) 7328998
Faksimili : (0736) 7341330

PRANALA

Kemdikbudristek
Sekretariat Jenderal
Inspektorat Jenderal
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

KONTAK

Pos-el: kantorbahasa.bengkulu@kemdikbud.go.id

2024 © Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu

No Result
View All Result
  • Profil
    • Sejarah
    • Wilayah Kerja
    • Kedudukan, Tugas, dan Fungsi
    • Visi dan Misi
    • Sumber Daya Manusia
    • Tim Kerja
      • Pelindungan Bahasa dan Sastra
      • Pembinaan Bahasa dan Sastra
      • Pengembangan Bahasa dan Sastra
    • KKLP
      • UKBI
      • BIPA
      • Pelindungan dan Pemodernan
      • Perkamusan dan Peristilahan
      • Penerjemahan
      • Literasi
      • Pembinaan dan Bahasa Hukum
    • SSD (Soal Sering Ditanya)
  • ZI-WBK
    • 2025
      • Manajemen Perubahan
      • Penataan Tata Laksana
      • Sistem Manajemen SDM
      • Penguatan Akuntabilitas
      • Penguatan Pengawasan
      • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
  • Layanan
    • Bantuan Teknis
    • Penerjemahan
    • BIPA
    • UKBI
  • Produk
    • Majalah Literabasa
    • Karya
    • KBBI
    • Glosarium
    • Kamus
    • Jurnal
    • Buku
    • Produk Penerjemahan
      • Produk Penerjemahan 2025
    • Duta Bahasa
      • Tentang Duta Bahasa
      • Berita Duta Bahasa
  • Peta Literasi
  • Akuntabilitas
    • Rencana Strategis
    • Perjanjian Kinerja
    • Laporan Kinerja
    • Rencana Aksi
    • DIPA
    • Rencana Kerja Anggaran
  • PPID
    • Profil PPID
    • Visi Misi
    • Tugas dan Fungsi
    • Layanan Informasi
    • Informasi Berkala
    • Informasi Dikecualikan
    • Daftar Informasi Publik
  • Survei
    • Survei Kepuasan Layanan Publik
    • Survei Kepuasan Masyarakat

2024 © Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu